Mahasiswa Rilis Film Dokumenter “Laut Bercerita” Guncang Layar Nasional

Mahasiswa Rilis Film Dokumenter “Laut Bercerita” Guncang Layar Nasional

JAKARTA, Sebuah tim mahasiswa jurusan Film dan Komunikasi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berhasil meluncurkan film dokumenter berjudul “Laut Bercerita” pada 12 September 2026. Film tersebut menyoroti perjuangan nelayan di pesisir Pantai Pasir Putih, Jawa Barat, serta dampak perubahan iklim terhadap mata pencaharian mereka. Diproduksi secara independen, film ini telah diputar di tiga festival film nasional dan memperoleh penghargaan Best Documentary di Festival Film Mahasiswa 2026.

Direktur film, Raka Pratama, menjelaskan bahwa proyek ini dimulai pada awal 2025 sebagai bagian dari mata kuliah “Produksi Film Dokumenter”. “Kami ingin memberi suara kepada komunitas nelayan yang selama ini kurang terwakili dalam media mainstream,” ujar Raka dalam konferensi pers di Gedung RRI, Jakarta, Senin (19 Oktober 2026). Selama enam bulan, tim melakukan riset lapangan, merekam lebih dari 30 jam footage, dan mengadakan wawancara mendalam dengan 12 nelayan serta aktivis lingkungan setempat.

Proses Produksi dan Pendekatan Sinematik

Tim produksi mengadopsi gaya sinematik yang menggabungkan footage alam liar dengan narasi personal. Kamera handheld dan drone digunakan untuk menampilkan kontras antara laut yang tenang dan badai yang mengancam. Selain itu, musik tradisional Sunda dipadukan dengan sound design modern, menciptakan atmosfer yang mendalam.

Riset Lapangan

  • Lokasi: Pantai Pasir Putih, Jawa Barat
  • Durasi Syuting: 45 hari, tersebar dalam tiga fase (musim kemarau, musim hujan, pasca-badai)
  • Partisipan: 12 nelayan, 4 aktivis, 2 ilmuwan kelautan

Tim Kreatif

Posisi Nama Pengalaman Sebelumnya
Sutradara Raka Pratama 2 film pendek indie
Penulis Naskah Siti Aulia 1 dokumenter TV
Sinematografer Dimas Hidayat 3 iklan komersial
Editor Lestari Wulandari 5 film dokumenter
Sound Designer Budi Santoso 4 proyek musik film

Respons Publik dan Penghargaan

Sejak pemutaran perdana di Bioskop Kineforum, Jakarta, “Laut Bercerita” menerima sambutan hangat. Penonton menilai film ini “menyentuh hati” dan “memberi wawasan baru tentang krisis laut”. Kritikus film Kompas menilai, “Narratif yang kuat dan visual yang memukau menjadikan film ini wajib ditonton bagi siapa saja yang peduli pada isu lingkungan.”

Pada 3 Oktober 2026, film tersebut meraih Best Documentary di Festival Film Mahasiswa (FFM) 2026, serta mendapatkan beasiswa distribusi dari Lembaga Seni dan Budaya (Lembbud). Penghargaan tersebut memungkinkan film diputar di jaringan televisi publik dan platform streaming nasional.

Dampak Sosial dan Rencana Selanjutnya

Selain menambah portofolio mahasiswa, “Laut Bercerita” berfungsi sebagai alat advokasi. Sebuah LSM lingkungan, Laut Hijau, telah menggunakan cuplikan film dalam kampanye mereka untuk menekan pemerintah agar memperkuat regulasi penangkapan ikan. Raka menambahkan, “Kami berencana menayangkan film ini di sekolah menengah atas pada awal 2027, agar generasi muda memahami pentingnya kelestarian laut.”

Dengan dukungan dari universitas, Lembbud, dan komunitas nelayan, proyek ini menjadi contoh kolaborasi lintas sektor yang berhasil mengubah narasi sosial melalui medium sinema. Keberhasilan “Laut Bercerita” menegaskan bahwa kreativitas mahasiswa dapat menghasilkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan perubahan nyata.